Pemerintah Kota Probolinggo memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) penanaman 20.000 bibit pohon manga melalui Gerakan Serentak Pramuka Tanam Pohon Kota Probolinggo (GERTAK TANAM PRO) di RSUD Ar Rozy, Jumat ( 20/09).
Gerakan yang diprakarsai oleh Penjabat Wali Kota Probolinggo ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-665 Tahun 2024.
Sebelum penanaman serentak dimulai, diawali dengan apel yang diikuti oleh anggota FORKOPIMDA, Perangkat Daerah, Perbankan, Perusahaan, Sekolah Adiwiyata dan Mitra Lingkungan sebanyak 250 peserta.
“Saya kira ada 20.000 lebih bibit pohon mangga yang kita tanam. Telah kami bagikan 3.000 bibit pada tiap kecamatan sehingga untuk 5 kecamatan sudah tercapai 15.000 belum lagi yang kita tanam di kantor-kantor dan perusahaan-perusahaan serta tempat lainnya”, ungkap Nurkholis dalam sambutannya.
"Terima kasih untuk semua pihak yang turut membantu dan terlibat," ucap Nurkholis. Bapak satu anak ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ASN/Non ASN, perangkat daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, perbankan, rumah makan/resto/cafe serta seluruh masyarakat Kota Probolinggo yang terlibat.
Akibat alih fungsi lahan yang terus menerus, hasil panen mangga di Kota Probolinggo terus berkurang. Oleh karena itu, penanaman 20.000 bibit pohon mangga ini untuk mengembalikan kejayaan ikon mangga Kota Probolinggo, imbuhnya. Selain untuk mempertahanan mangga sebagai ciri khas Kota Probolinggo, gerakan ini juga untuk memperbaiki kualitas lingkungan.
Penanaman puluhan ribu bibit mangga ini disebar pada lebih dari 200 titik lokasi dan dilakukan secara serentak yang terpantau dari beberapa titik lokasi yang terhubung dalam sebuah layanan konferensi video berbasiskan cloud computing, zoom.
Apresiasi MURI diberikan kepada Penjabat Wali Kota Nurkholis, Pemkot Probolinggo dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Probolinggo sebagai pemrakarsa dan penyelenggara dalam program ini.
Sebagai upaya mengembalikan kejayaan Kota Probolinggo, program ini merupakan sebuah langkah yang bukan saja memenuhi kebutuhan keindahan kota, namun juga menyerap emosi karbon, ungkap Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri.