MAYANGAN – UPTD Laboratorium Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo terus berupaya memperkuat
pengelolaan lingkungan melalui inovasi DIKMAS (Detektif Masyarakat). Program
ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat agar berperan aktif dalam memantau
kondisi kualitas air sungai melalui kegiatan pendampingan pengujian kualitas air
menggunakan metode bioassessment sistem scoring dan identifikasi mikroplastik
yang didampingi langsung oleh petugas laboratorium.

Melalui
inovasi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kondisi
kualitas air sungai, tetapi juga dibekali keterampilan dalam melakukan
pengamatan secara sederhana dengan metode yang tepat, cepat, dan ekonomis.
Kehadiran DIKMAS diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang peduli terhadap
kelestarian lingkungan sekaligus menjadi mitra aktif Pemerintah Kota Probolinggo
dalam upaya menjaga kualitas sumber daya air.
Pencemaran air sungai masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan.
Kondisi ini terjadi ketika berbagai bahan pencemar masuk ke badan air sehingga
menurunkan kualitas air dan menyebabkan tidak terpenuhinya baku mutu sesuai
peruntukannya. Air yang telah tercemar dapat mengganggu berbagai sektor, mulai
dari penyediaan air baku, perikanan, pertanian, hingga kegiatan industri.
Sumber
pencemaran dapat berasal dari point source, seperti limbah industri yang mudah
diidentifikasi, maupun nonpoint source, seperti limpasan (runoff) yang membawa
sedimen, pupuk, pestisida, dan berbagai bahan pencemar lainnya dari kawasan
pertanian maupun permukiman. Oleh karena itu, pemantauan kualitas air secara
berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mendeteksi perubahan kondisi
lingkungan sejak dini.

Melalui DIKMAS, masyarakat diajak terlibat secara langsung dalam proses
pemantauan kualitas air sungai. Hasil pengamatan yang diperoleh selanjutnya
dapat menjadi bahan diskusi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait
sebagai dasar penyusunan langkah-langkah pengelolaan dan pengendalian
pencemaran secara kolaboratif.
“Inovasi
DIKMAS tidak hanya berfokus pada kegiatan pengujian kualitas air, tetapi juga
membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi, pendampingan, dan
keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kondisi sungai secara berkelanjutan.”
Melalui
inovasi ini, UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Probolinggo menegaskan
komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang partisipatif,
transparan, dan berkelanjutan. DIKMAS diharapkan menjadi salah satu strategi
efektif dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga
kualitas air sungai demi mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan dan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

