KOTA
PROBOLINGGO – UPTD Informasi dan Pendidikan Lingkungan Hidup (IPLH) Kota
Probolinggo melalui Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) menghadirkan inovasi
AKSI KAWAN (Ajak Si Kecil Edukasi Satwa dan Wahana) sebagai program edukasi
yang menggabungkan pembelajaran konservasi satwa dengan aktivitas fisik dan
permainan interaktif bagi anak usia dini.
Kepala
UPTD Informasi dan Pendidikan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Sapto Hadi,
A.Md, mengatakan inovasi ini lahir sebagai upaya mengatasi tingginya
ketergantungan anak terhadap gawai, rendahnya kepedulian terhadap satwa, serta
terbatasnya metode pembelajaran konservasi yang selama ini cenderung bersifat
teoritis.
"Melalui
AKSI KAWAN, anak-anak diajak belajar sambil bermain. Mereka tidak hanya
mengenal satwa, tetapi juga berinteraksi langsung melalui kegiatan fun feeding,
jelajah ceria, dan berbagai wahana yang melatih keberanian, keterampilan
motorik, kerja sama, serta rasa peduli terhadap lingkungan," ujar Sapto.
Dalam
pelaksanaannya, peserta mengikuti senam bersama, Jelajah Ceria sambil mengenal
satwa bersama keeper, memberi makan rusa dan ikan secara langsung, serta
berfoto bersama satwa edukasi TWSL, yaitu burung Kakaktua "Joni" dan
Elang Bondol "Yanto". Seluruh kegiatan dirancang untuk membangun
karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap
satwa dan kelestarian lingkungan sejak dini.

Selain
menjadi media pendidikan konservasi, AKSI KAWAN juga menjadi alternatif outing
class yang edukatif dan menyenangkan bagi sekolah. Sepanjang tahun 2025,
inovasi ini telah menarik kunjungan 15 sekolah dengan total 964 siswa,
sekaligus memperkuat peran TWSL sebagai wahana edukasi, konservasi, dan
rekreasi di Kota Probolinggo.