GERAK CEPAT DLH TANGANI PENGADUAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
Tim Pengawasan dari DLH gerak cepat melakukan verifikasi lapangan atas pengaduan pencemaran lingkungan di sepanjang saluran air hingga menuju sungai DAM Amsterdam, Senin (13/04).
Doc. DLH Creative Media
Setelah ditelusuri, sumber pencemar berasal
dari salah satu perusahaan pengolahan oli bekas PT. Berdikari Jaya Bersama yang
mengalami kebocoran pada saat
proses transfer dari truk tangki ke storage pabrik.
Saat ditemui Tim DLH, pihak manajemen
pabrik mengakui adanya kebocoran oli dari tangki menuju storage oli di dalam
pabriknya.
“Begitu mengetahui adanya kebocoran, kami
langsung melakukan upaya pembersihan”, ungkap Darwin salah satu pengelola
pabrik.
“Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan,
sejak Sabtu pagi telah dilakukan upaya perbaikan diantaranya pembersihan
saluran dengan penyedotan menggunakan alat vakum (alkon), pengambilan sisa oli pada sepanjang saluran
hingga menuju sungai DAM Amsterdam, penutupan dan pembendungan sementara pada
saluran untuk mencegah penyebaran semakin jauh dan penyemprotan oil spill
dispersant pada area terdampak untuk mempercepat pemulihan”, papar Darwin.
Selain itu, DLH menyarankan untuk
menambahkan eceng gondok disepanjang saluran air yang tercemar untuk
mempercepat proses fitoremediasi.
Pihak perusahaan juga secara aktif
melakukan koordinasi dengan Lurah dan RT/RW setempat untuk melakukan pemantauan
dan penjagaan di area terdampak hingga beberapa hari ke depan.
PT. BJB berkomitmen untuk bertanggung jawab
dengan memberikan kompensasi kepada pemilik lahan terdampak, penebaran kembali
ikan(restocking) dan melakukan upaya pemulihan lingkungan hingga kondisi
kembali normal.
Saat berita ini diturunkan, kondisi saluran
air sudah mulai membaik meskipun masih belum pulih seperti sedia kala.
Selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup akan
terus mengawasi perkembangan penanganan pencemaran ini hingga normal kembali.
