SI PILAH PINTAR, TEROBOSAN BARU HASIL KOLABORASI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSTITAS AIRLANGGA BERSAMA DLH KOTA PROBOLINGGO
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo inisiasi program “Si Pilah Pintar” (Sistem Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Terpadu dan Berkelanjutan) untuk mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Probolinggo.
Doc. DLH Creative Media
Kamis, (18/6) bertempat di Aula Bestari jalan Anggrek nomor 15
Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Si Pilah Pintar mulai disosialisasikan
disertai praktik langsung dihadapan 51 peserta perwakilan masyarakat.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik di Kawasan Rumah
Pangan Lestari (KRPL) Kamboja, RW 04 Kelurahan Triwung Lor pada Jumat, (19/6).
Sebanyak 11 peserta mengikuti praktik pengelolaan sampah organik
yang meliputi penggunaan lubang resapan biopori, komposter POC, serta komposter
aerob Melalui pendampingan secara langsung, peserta memperoleh pengalaman
praktis dalam mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi
lingkungan dan tanaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social
Responsibility (CSR) pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas
Airlangga yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Agar penyampaian materi dapat lebih mudah dipahami dan diterima
oleh masyarakat, Kelompok mahasiswa yang diketuai oleh Andrea Christy Felicia ini
sebelumnya telah mempersiapkan beberapa media edukasi dan sosialisasi mulai
dari pemasangan poster edukasi pengelolaan sampah di RW 04 Kelurahan Triwung
Lor serta memproduksi video tutorial edukasi di Kampung Berkelas, Kelurahan
Pakistaji, Kota Probolinggo.
Poster yang disusun memuat informasi mengenai tata cara pemilahan
sampah, pengelolaan sampah organik, serta ajakan untuk menerapkan perilaku
ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan video yang diproduksi berisi materi mengenai cara
memilah sampah serta berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti lubang
resapan biopori, komposter POC, dan komposter aerob.
Kehadiran media edukasi ini diharapkan dapat menjadi pengingat
sekaligus sarana pembelajaran bagi warga agar praktik pengelolaan sampah yang
telah diperkenalkan melalui program Si Pilah Pintar dapat terus diterapkan
secara berkelanjutan. Masyarakat dapat mengakses media edukasi ini melalui
platform digital yang dimiliki oleh DLH Kota Probolinggo.
Pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah awal pengelolaan
sampah rumah tangga. Beberapa materi yang disampaikan pada program ini meliputi
pengenalan jenis-jenis sampah, dampak negatif apabila sampah tidak dipilah,
serta berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti lubang resapan biopori,
komposter aerob, komposter Pupuk Organik Cair (POC), dan lubang kompos.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai branding kawasan
di era media sosial sebagai upaya memperkuat identitas kawasan sekaligus
mendorong masyarakat memanfaatkan media sosial untuk edukasi, dokumentasi, dan
promosi kegiatan lingkungan. Diawali dengan pre-test, kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab
dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.
Ketua Kelompok Program Si Pilah Pintar Andrea Christy
Felicia dalam pemaparannya menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya
untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat dalam
mengelola sampah secara mandiri.
"Harapan kami, Si Pilah Pintar tidak berhenti sebagai
kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi awal dari perubahan perilaku masyarakat
dalam mengelola sampah. Ketika masyarakat mulai memilah sampah dari rumah,
mengolah sampah organik secara mandiri, dan membagikan praktik baik tersebut
kepada lingkungan sekitarnya, maka dampak positifnya akan terus berkembang.
Kami percaya bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan
masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang
berkelanjutan," ujar Dea sapaan akrabnya.
Melalui Program Si Pilah Pintar, mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Airlangga bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo berharap
masyarakat semakin terbiasa memilah sampah dari sumber, mengolah sampah organik
secara mandiri, serta memanfaatkan media digital untuk menyebarkan
praktik-praktik baik dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi antara perguruan
tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung terwujudnya Kota
Probolinggo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(ACF)