Upaya Konservasi SDA

OLEH : LINA P. NIDYA

Kehidupan di bumi ini sangat bergantung dengan air atau sumber daya air, 70% dari bumi ini adalah air. Sedangkan 100% air yang ada di bumi terbagi atas 97% lautan (air asin), 2% air tawar yang terkunci dalam salju dan es, dan hanya 1% yang dapat dikonsumsi. Ketersediaan 1% air yang dapat dikonsumsi tersebut tersebar di bumi ini, maka sebagian wilayah di bumi ini terdapat yang kekurangan air.

Upaya Konservasi SDA

Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan tidak hanya bagi manusia tetapi juga hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sebagian besar kegiatan manusia memerlukan air, baik untuk keperluan rumah tangga(air minum, mencuci, memasak dan mandi), industri, pariwisata dan kesehatan (rumah sakit dan klinik-klinik) apabila tidak ada air dapat dipastikan akan terhentinya suatu kehidupan. Dari edisi khusus National Geographic bulan april 2010 tentang Air, mencatat setiap tahun ada 3,3 juta orang meninggal akibat gangguan kesehatan karena tidak mendapat air bersih.

Upaya Konservasi SDA

Di Indonesia ketersediaan air cukup berlimpah dibandingkan dengan negara-negara Afrika, namun Indonesia masih kurang kesadaran dan kurang menghargai terhadap sumberdaya air yang ada. Tidak mengherankan apabila setiap tahun di musim kemarau banyak masyarakat yang kekurangan air bersih, sedangkan pada musim hujan terjadi banjir dimana-mana. Kondisi kelangkaan terhadap air bersih sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia terhadap alam dan belum banyaknya upaya melakukan konservasi dan hemat air.

Upaya Konservasi SDA

Konservasi sumber daya air sebagai pengendalian, pemanfaatan terhadap sumber daya air dalam rangka memelihara atau melindungi dan mencegah pengurangan kapasitasnya sedangkan hemat air diartikan sebagai upaya meningkatkan efisiensi pemanfaatan air.Pemerintah Kota Probolinggo menyadari akan pentingnya kebutuhan air bersih bagi masyarakatnya di masa mendatang, terlebih lagi sampai saat ini suplay air bersih PDAM masih bergantung dari Kabupaten Probolinggo. Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk Kota Probolinggo disertai dengan semakin meningkatnya migrasi yang masuk ke Kota Probolinggo maka diperkirakan akan mengalami kesulitan air bersih apabila masih mengandalkan suplay air dari daerah Kabupaten Probolinggo. Untuk itu perlunya upaya-upaya konservasi sumber daya air (sumber mata air dan sungai) yang nantinya dapat digunakan sebagai sumber bahan baku air PDAM.

Berbagai upaya Konservasi untuk Pengendalian pencemaran air tersebut meliputi; penurunan beban pencemar air (industri dan domestik), meningkatkan pengawasan tata cara pembuangan air limbah, sosialisasi pengelolaan air, gerakan penghijauan serta adanya dukungan dari masyarakat untuk bersih-bersih sungai dan berbagai upaya efisiensi terhadap pemanfaatan air. Kegiatan konservasi sumber daya air dilakukan antara pemerintah swasta dan masyarakat, karena hampir semua aktifitas masyarakat berpotensi mencemari sumber air.

Beragam masalah dan kendala yang menyebabkan penurunan kualitas sumber daya air antara lain:

  1. Tingginya tingkat sedimentasi yang menghambat kelancaran aliran sungai, akibat terbawanya pasir yang berasal dari hulu di daerah gunung Bromo dan Semeru
  2. Kurangnya kemiringan di sungai-sungai tertentu serta terbawanya sedimen mengakibatkan tumbuhnya tanaman liar sehingga menghambat aliran sungai
  3. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya fungsi sungai dan mata air sebagai penyedia kebutuhan air sehingga banyak yang tercemar oleh sampah dan limbah cair domestik.

Kegiatan konservasi yang telah dilakukan meliputi:

  1. Menerbitkan peraturan perundang-undangan pengendalian, perlindungi dan pencegahan pengurangan kapasitasnya badan air antara lain : Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Pengelolaan Air Bawah Tanah, Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kawasan Lindung, Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 20 Tahun 2002 Tentang Pengendalian Pencemaran Air, Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Tata Cara Permohonan Ijin Pembuangan Limbah Cair ke Sumber-sumber Air di Kota Probolinggo, Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Pengolahan Kualitas Air, Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Persampahan, Peraturan Walikota Kota Probolinggo Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pemanfaatan Air Hujan, Peraturan Walikota Kota Probolinggo Nomor 42 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Kualitas Air
  2. Meningkatkan pengawasan terhadap air limbah yang dapat mencemari air permukaan dan air tanah, dengan kegiatan melakukan pengawasan secara rutin terhadap industri atau kegiatan masyarakat yang dapat mencemari air permukaan dan air.
  3. Pemantauan kualitas air, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan untuk menganalisa sampel limbah industri, menguji kualitas air sungai dan air tanah (sumur).
  4. Meningkatkan sosialisasi pencegahan pencemaran air bagi masyarakat.
  5. Strategi penurunan beban pencemar air, dengan dibangunnya IPAL komunal dan jamban komunal .
  6. Pembersihan dan Penanaman di sumber mata air dilakukan bersama masyarakat.
  7. Program KB2S2 (Kita Bersih-bersih Sungai dan Saluran) yang dilaksanakan di Kali Banger
  8. Di bangunnya rumah kompos di sekitar sungai, agar masyarakat sekitar tidak membuang kotoran ternak ke sungai melainkan diolah menjadi pupuk kompos.
  9. Kegiatan konservasi yang melibatkan siswa-siswa sekolah, antara lain : Detektif Kecil Sungai (Dik Sun), Pendidikan Lingkungan Keliling (Dik Ling Ling), Pemanfaatan air wudhu untuk kolam ikan dan menyiram tanaman di beberapa sekolah Adiwiyata Kota Probolinggo, Pemanfaatan arus sungai untuk menggerakkan turbin sehingga dihasilkan energi listrik (Mikrohidro) di SMKN I, Pembuatan lubang biopori sebagai resapan yang tersebar di perkantoran, perumahan, sekolah dan lingkungan industri.

Pencemaran terhadap sumber air menyebabkan kerugian bagi kesehatan manusia, lingkungan tempat tinggal serta kerugian ekonomi. Jadi tunggu apalagi ? Ayo bersama-sama lakukan pengendalian sekarang juga!!!