Sosialisasi Makro XL Calon Sekolah Adiwiyata

Dalam rangka membekali calon sekolah Adiwiyata Kota yang ingin mengikuti sekolah berbudaya lingkungan tingkat kota yang lebih dikenal dengan sebutan “Adiwiyata Kota/ Bestari“ perlu diberikan sosialisasi awal tentang pengertian Adiwiyata dan bagaimana melaksanakannya.

UPT. Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup/ IPLH dalam rangka mempersiapkan adiwiyata kota/ bestari mulai dari mengadakan sosialisasi ke calon sekolah adiwiyata kota, mendatangkan narasumber serta turun ke sekolah untuk mengecek keadaan sekolah yang akan menjadi calon sekolah adiwiyata tingkat kota.

Kamis lalu, 10/9/2015 bertempat di aula UPT. IPLH diadakan sosialisasi makro xl bagi peserta calon sekolah adiwiyata dengan mendatangkan narasumber yang merupakan mantan juri selama 3 tahun berturut-turut di provinsi Jawa Timur “ Muhamad Kohar “ yang keseharianya bekerja sebagai guru di Sekolah menengah kejuruan negeri 1 Kota Probolinggo. Dalam sosialisasi tersebut dikupas penuh tentang apa itu makro xl dan bagaimana pengerjaanya. Mengingat makro xl yang baru memuat 33 folder yang lebih rinci mulai dari visi, misi dan tujuan sekolah hingga KTSP, RPP, kemitraan dengan pihak luar serta kondisi sarana prasarana sekolah. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari berturut – turut itu dimulai dari hari kamis, jumat dan senin dengan jumlah peserta total 28 (dua puluh delapan) sekolah.

Peserta calon sekolah adiwiyata kota/ bestari ini begitu antusias ingin mengikuti adiwiyata tingkat kota, mereka ingin merubah pola pikir sekolahnya untuk lebih berbudaya lingkungan serta menciptakan suasana belajar yang sejuk, rindang dan nyaman. Untuk menciptakan sekolah berbudaya lingkungan memanglah tidak mudah ujar, kohar narasumber dari SMKN 1 Kota Probolinggo tersebut berbicara kepada kami redaksi AKAR, Pria bertubuh tinggi besar ini juga menyampaikan bahwa merubah pola siswa dan guru untuk mencintai lingkungan dan menerapkan hidup cinta lingkungan bukan secara instanst langsung jadi, melainkan butuh proses yang lumayan panjang agar pola pikir berbudaya lingkungan menjadi sesyatu yang biasa dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (MH)