Sosialisasi Eco Pesantren 2018, Mendorong Pondok Pesantren Sebagai Pusat Pembelajaran Ramah Lingkungan Bagi Masyarakat

Pesantren adalah gambaran riil simpul kekuatan umat Islam di Indonesia. Pendekatannya diharapkan dapat menjadi salah satu penjuru kegiatan ramah lingkungan. Eco-pesantren menjadikan pesantren sebagai simpul penyadaran hidup berwawasan lingkungan di tengah masyarakat. Program eco-pesantren diharapkan selain dapat mendorong kesadaran umat Islam untuk lebih memahami dan peduli terhadap kondisi lingkungannya, juga dapat mendorong para santri dan pengkajian secara komprehensif tentang konsep Islam yang berkaitan dengan lingkungan serta implementasi dan revitalisasinya. Dengan demikian, menjadikan pondok pesantren sebagai pusat pembelajaran ramah lingkungan bagi masyarakat. Prinsip etika lingkungan, yaitu sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab, solidaritas kosmis, kasih sayang dan kepedulian lingkungan hidup dan selaras dengan alam, keadilan, demokrasi, integritas moral.

Sosialisasi Eco Pesantren 2018, Mendorong Pondok Pesantren Sebagai Pusat Pembelajaran Ramah Lingkungan Bagi Masyarakat

Dalam rangka Kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo menggelar kegiatan Focus Group Disscusion (FGD) Mewujudkan Eco Pesantren Kota Probolinggo Tahun 2018. Acara berlangsung di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Rabu pagi 15 Agustus 2018. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo yang sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan. Acara dihadiri oleh peserta sebanyak 140 orang antara lain Mitra DLH, Kabid/ Kasubag TU UPT. di DLH dan Pondok Pesantren se-Kota Probolinggo. Kepala DLH dalam sambutannya yang Pertama, Pendekatan yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan degradasi lingkungan tersebut salah satunya dengan pemberdayaan Santriwan/Santriwati dan seluruh warga pondok pesantren melalui program eco pesantren. Kedua, Penanganan sampah yang dimulai dari sumber sampah, semakin dekat dengan sumbernya maka semakin besar rasa memiliki dan rasa tanggung jawab orang untuk mengelola sampahnya yang ramah lingkungan yaitu melakukan pemilahan. Usai sambutan kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari narasumber oleh Gus Havid dari Yayasan SPMAA Kabupaten Lamongan.