Penilaian Proklim Tingkat Nasional Tahun 2018, Tim Kementerian LHK Pantau Kelurahan Sumber Taman

Kampung Iklim (Proklim) adalah suatu lokasi yang masyarakatnya melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terukur dan berkesinambungan. Kampung iklim (Proklim) merupakan program yang memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi, perubahan iklim yang terintegrasi, sehingga dapat mendukung target penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Pelaksanaan Proklim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19/2012 tentang Program Kampung Iklim. Proklim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah minimal setingkat Dusun/Dukuh/RT/RW dan maksimal setingkat Desa/Kelurahan.

Penilaian Proklim Tingkat Nasional Tahun 2018, Tim Kementerian LHK Pantau Kelurahan Sumber Taman

Pelaksanaan penilaian verifiksi proklim pada hari Rabu, tanggal 25 Juli 2018, bertempat di Kelurahan Sumbertaman. Tim Penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan Proklim mencakup serangkaian kegiatan perencanaan, sosialisasi, fasilitasi, pengawasan, penilaian dan evaluasi dan kampung iklim. Melalui pelaksanaan Proklim, pemerintah memberikan penghargaan terhadap masyarakat di lokasi tertentu yang telah melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan di masing-masing kampung iklim.

Lokasi titik pantau yang menjadi sasaran verifikasi oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur adalah:

  1. Posko Bangu Jaya (Karang Kitri, Kolam Lele, Bank Sampah, Biogas Kotoran Sapi, dan Biopori)
  2. Sentra Sapi Yayasan dan Kelompok Tani
  3. Sumber Mata Air
  4. Posyandu RW.3 (JUMANTIK dan PHBS)
  5. Balai Rw. 3 (Posko Hippa, Biopori, Tempat Sampah Terpilah, dan Kegiatan 3R)
  6. Sentra Kompos Bangu Jaya
  7. Ponpes An-Nur (Biogas)
  8. Sekolah Alam Cordova

Hasil Evaluasi Tim Verifikasi adalah sebagai berikut:

  • Penanganan pengomposan dari kotoran ternak sudah sangat baik;
  • Pertanian terpadu yang dikelola kelompok tani Bangu Jaya sudah dilaksanakan secara terkoordinasi dengan cukup baik;
  • Pengembangbiakan sapi PO sebagai sapi unggulan juga sudah cukup bagus;
  • Kelembagaan yang mengelola pengembangbiakan sapi PO, pemanfaatan kompos dan pertanian terpadu sudah memenuhi kriteria Proklim.
  • Peran dari pondok pesantren sebagai pengelolan IPAL Komunal cukup baik;
  • Kegiatan Bank Sampah juga sudah berjalan dan sudah mencoba untuk buat produk daur ulang namun masih perlu ditingkatkan lagi;
  • Masih belum terkelolannya dengan baik penanganan persampahan dari lingkup rumah tangga;
  • Masih adanya pembakaran sampah dan lahan pertanian dari sisa-sisa pemanenan;
  • Belum terkelolanya sumber mata air yang ada;
  • Masih adanya sampah di sungai dan perlu ditingkatkan lagi PHBS.
  • Masih kurangnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk Toga dan penanaman sayuran;
  • Kolam lele yang ada juga kurang pengelolaannya;
  • Perlu ditambah lagi untuk biopori, komposter aerob dan resapan air.