Pemanfaatan Gas Methane TPA

TENTANG PEMANFAATAN GAS METHANE TPA

Gas Methane jika tidak dilakukan penanganan dengan benar dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Untuk meminimalisir dampak tersebut, BLH Kota Probolinggo membangun instalasi penangkapan dan pemanfaatan gas methane, yang selain bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca juga untuk mengambil manfaat dari hasil pengembangan dan penerapan inovasi energi terbarukan.

PROSES PENGAMBILAN GAS METHANE TPA

Proses pengambilan gas methane dilakukan menggunakan pipa PVC ukuran 4 dim yang telah dilubangi pada bagian bawahnya, kemudian pipa dimasukkan ke dalam sel landfill hingga kedalaman 5-10 m, gas yang tertangkap oleh pipa utama kemudian dialirkan melalui pipa yang lebih kecil menuju instalasi pemisah yang berfungsi untuk memisahkan gas methane dengan air yang terkandung.

PROSES PEMANFAATAN GAS METHANE TPA

  1. Flaring Gas bermanfaat untuk menetralisir gas methane (CH4) menjadi gas yang memiliki tingkat pencemar lebih rendah yaitu karbondioksida (CO2). Flaring gas berbentuk seperti tungku sederhana dari besi yang diberi lubang sebagai jalan masuk udara. Gas CO2 yang dihasilkan akan diserap tanaman/pohon buffer zone didalam dan disekitar TPA.
  2. Bahan Bakar Memasak yaitu dengan menyalurkan gas methane melalui pipa yang dilengkapi dengan kran/klep yang dapat dibuka tutup sesuai keperluan dan dihubungkan dengan kompor gas yang telah dimodifikasi. Kran tersebut berfungsi sebagai pengatur besar kecilnya aliran gas yang keluar.
  3. Bahan Bakar Diesel yaitu dengan memurnikan biogas agar gas pengotor lain seperti CO2 dan H2S dapat dihilangkan sehingga komposisi CH4 dalam biogas menjadi ± 80% lebih tinggi. Gas yang telah dimurnikan tersebut kemudian disalurkan melalui pipa/selang yang berujung pada diesel yang telah dimodifikasi. Listrik yang dihasilkan oleh diesel dapat dimanfaatkan selain untuk penerangan TPA juga untuk menghidupkanmesin-mesin Operasional TPA.

PEMANFAATAN GAS METHANE SKALA RUMAH TANGGA

Selain pengembangan pemanfaatan gas methane untuk berbagai kebutuhan di Tempat Pengumpulan Akhir (TPA) Kota Probolinggo, di UPT. PSL juga sedang diujicoba pemanfaatan gas methane dengan sistem biodigester. Cara kerja dari sistem biodigester ini adalah dengan memasukkan sampah organik kedalam 4 buah drum plastik yang saling terhubung melalui pipa/selang. Pada bagian bawah drum plastik tersebut dipasang kran untuk mengalirkan air lindi yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk cair. Setelah gas methane yang ada di dalam drum telah habis termanfaatkan dan tidak terbentuk lagi, maka sampah organik yang tersisa di dalam drum tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Sistem ini diperkirakan dapat digunakan atau dimanfaatkan secara komunal untuk kurang lebih 5 rumah tangga.