Peer To Peer Paklim GIZ

UPT. IPLH- GIZ WA3 PAKLIM kembali datang ke UPT.Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup (IPLH) pada selasa lalu, 02/02/2016 untuk melakukan Workshop Peer-to-Peer kelanjutan dari kegiatan Eco mapping beberapa waktu lalu dengan menggandeng 5 sekolah yang ada di Kota Probolinggo.

Kemetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan GIZ (Deutsche Gessellchaft fur international Zusammenarbeit Gmbh) melalui program PAKLIM (Program Advis Kebijakan Untuk Lingkungan Hidup dan perubahan Iklim) khusunya work area 3 dengan melibatkan sekolah dan guru-guru.

Peer To Peer Paklim GIZ

Kunjungan ketiga eco mapping atau peer-to-peer dalam rangka mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kegiatan sehari-hari komunitas sekolah, hubungan yang koheren antara kurikulum yang digunakan sekolah, hubungan anggota komunitas di dalam sekolah dan kegiatan monitoring – evaluasi – audit sangatlah dibutuhkan

Integrasi pendidikan di dalam kegiatan sehari-hari komunitas sekolah di Kota Probolinggo masih belum terlaksana secara optimal meningkatkan kepedulian komunitas sekolah terhadap isu-isu lingkungan termasuk perubahan iklim. Dengan melihat berbagai kesempatan yang dapat mendukung komunitas sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, PAKLIM WA3 telah bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan bertujuan untuk membantu mempersiapkan penjaga lingkungan generasi muda dan meningkatkan kepedulian tentang isu perubahan iklim.
Salah satu bentuk untuk mendukung integrasi pendidikan lingkungan dalam kegiatan sehari – hari komunitas sekolah serta mendukung dan memperkuat program adiwiyata. Sebagai hasil dari implementasi proses eco mapping, berbagai rencana aksi lingkungan hidup telah dikembangkan dan diimplementasikan oleh komunitas sekolah.

Pada tahun 2015, Badan Linkungan Hidup Kota Probolinggo (terutama Taman Wisata Studi Lingkungan) telah bekerja sama dengan GIZ PAKLIM WA 3 untuk menjalankan proses ecomapping di 5 (lima) sekolah di Kota Probolinggo telah menghadiri sosialisasi proses ecomapping pada bulan juni 2015, melaksanakan audit awal (kunjungan kedua) pada bulan Agustus 2015, dan menghadiri training proses ecomapping pada bulan September 2015. Kegiatan selanjutnya yang harus dilaksanakan oleh pihak sekolah adalah kunjungan ketiga proses eco-mapping termasuk (peer-to-peer workshop) untuk mengembangkan tahap akhir dari rencana aksi sekolah. Bedasarkan kunjungan ketiga, komunitas sekolah diharapkan mampu untuk : mengembangkan rencana aksi strategis terkait isu lingkungan yang diangkat bedasarkan temuan dari kunjungan kedua; mengembangkan rencana untuk mengintgrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum; mengembangkan rencana aksi yang mengakomodasi aksi-aksi terkait adaptasi dan mitigasi terhadap isu perubahan iklim.

Rencana aksi merupakan bagian penting dan kunci dari proses eco-mapping. Hal ini dikarenakan rencana kegiatan dan aksi yang akan dilakukan oleh komunitas sekolah tertuang dalam dokumen rencana aksi. Rencana kegiatan tersebut ditulis secara rinci serta mencangkup tiga elemen dasar dari proses eco mapping yaitu data, fasilitasi dan implementasi. Rencana aksi dikembangkan bedasarkan temuan penting dari lingkungan sekolah dan merupakan hasil pemikiran komunitas sekolah. (MH)