MASIKOM TANGGO (Malam Silaturahmi Komunitas Pemerhati Lingkungan Kota Probolinggo)

TENTANG MASIKOM TANGGO

MASIKOM TANGGO (Malam Silaturahmi Komunitas Pemerhati Lingkungan Kota Probolinggo) adalah media dialog dan silaturahmi antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan berbagai Komunitas Pemerhati Lingkungan yang ada Kota Probolinggo.

TUJUAN MASIKOM TANGGO

Kegiatan Masikom Tanggo selain bertujuan untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa (HCPSN) tahun 2012, juga sebagai media komunikasi untuk menyampaikan segala permasalahan lingkungan, sebagai penyemarak keberadaan museum kota dan sebagai media pemberdayaan kesenian dan makanan lokal.

PESERTA MASIKOM TANGGO

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta yang terdiri dari perwakilan 15 Komunitas Pemerhati Lingkungan yang ada di Kota Probolinggo, perwakilan sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Bestari serta para narasumber dialog interaktif.

PELAKSANAAN MASIKOM TANGGO

Masikom Tanggo di Kota Probolinggo telah digelar dua kali, yang pertama pada tanggal 23 Juli 2011 dan kedua pada tanggal 23 November 2012 dengan bertempat di halaman Gedung Museum Kota Probolinggo. Selain diisi dengan dialog interaktif dan dimeriahkan dengan sajian aneka jajajan/makanan lokal serta panggung hiburan musik band dan keroncong, dalam kegiatan ini turut pula diserahkan penghargaan kepada 9 sekolah Adiwiyata Bestari, penghargaan bagi 2 Pecinta Satwa serta penghargaan untuk 3 pemenang Lomba Photo Satwa.

TEMA MASIKOM TANGGO

Dialog interaktif yang menjadi agenda utama MASIKOM TANGGO adalah membahas, merekomendasikan dan merencanakan bagaimana penyelenggaraan tata kelola lingkungan Kota Probolinggo yang indah, baik, terbuka dan hijau.

HASIL DIALOG MASIKOM TANGGO

  1. Perlunya mengkonsentrasikan pembangunan dengan melakukan tata kelola lingkungan yang baik dan tepat.
  2. Perlunya penguatan manajemen sampah baik di sekolah maupun di dalam kelompok masyarakat.
  3. Perlunya peningkatan dalam pemanfaatan lahan-lahan yang menjadi aset Pemerintah Kota Probolinggo untuk mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
  4. Perlunya lebih meningkatkan lagi upaya penguatan partisipasi publik dalam hal pelestarian lingkungan.
  5. Perlunya konsitensi dan keterpaduan semua pihak dalam mengerjakan rekomendasi yang di dapat dari hasil dialog.