Pemerintah Kota Probolinggo telah berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan berupaya menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Kota Probolinggo sebesar 12% pada tahun 2020, sesuai dengan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Kota Probolinggo dengan Peraturan Walikota Probolinggo Nomor 37 Tahun 2013. Dalam RAD tersebut, telah dirumuskan berbagai kegiatan Mitigasi dan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim baik kegiatan utama maupun kegiatan pendukung yang meliputi sektor transportasi, energi, tutupan lahan, pengelolaan limbah dan lain sebagainya dengan melibatkan beberapa OPD yang terkait. Kegiatan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim ini juga dikemas dalam beberapa kegiatan utama dan pendukung di Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, diantaranya Program Kelurahan Berseri dan Program Kampung Iklim (Proklim).


Untuk mendukung kegiatan Kelurahan Berseri dan Proklim, pada tahun 2020 mulai dikembangkan suatu inovasi baru untuk pengembangan kegiatan Pembuatan Lubang Biopori yang lebih masif dan menyeluruh di wilayah Kota Probolinggo dengan cara pemberdayaan masyarakat , pelibatan mitra-mitra lingkungan dan support dana CSR dari pihak perusahaan / swasta. Inovasi baru tersebut disebut dengan SI MAK NGEBOR, singkatan dari Aksi Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim dengan Gerakan Arisan Perbanyak Biopori.

Tujuan daripada Si Mak Ngebor ini diantaranya :

  • Menambah pemahaman masyarakat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sesuai amanat Undang Undang nomor 32 tahun 2009.
  • Meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam aksi mitigasi adaptasi perubahan iklim di lingkungan masing-masing pihak yang terlibat dalam kegiatan serta dapat menjadi penggiat dan penyemangat lingkungan sekitarnya.
  • Mengkampanyekan pentingnya biopori sebagai salah satu aksi adaptasi perubahan iklim.
  • Pelibatan berbagai unsur element masyarakat dan stakeholder dalam aksi mitigasi adaptasi perubahan iklim.
  • Penguatan kemitraan dan kader lingkungan dalam kegiatan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Sasaran Kegiatan Kegiatan Si Mak Ngebor ini adalah 5 Kecamatan dan 29 Kelurahan di Kota Probolinggo terutama yang lebih diprioritaskan adalah Kelurahan yang diusulkan Mengikuti Kelurahan Berseri dan Kampung Proklim dan Untuk pelaksanaan Si Mak Ngebor ini sesuai kondisi dilapangan terutama untuk area yang rawan terjadi genangan atau banjir, dan struktur tanah yang tidak berbatu jadi mudah untuk membuat lubang biopori.

Dalam perkembangannya, Inovasi SI Mak Ngebor ini juga telah menjangkau program Adiwiyata dan Eco Pesantren. Selain itu juga ada beberapa kegiatan SI MAK Ngebor di beberapa lokasi pemukiman sesuai permintaan masyarakat.

Untuk dapat mengakses layanan inovasi ini, pihak yang membutuhkan dapat membuat surat ditujukan kepada Kepala DLH dan akan dilakukan survey terlebih dahulu apakah memang diperlukan biopori di lokasi tersebut atau tidak.