KBK Anaconda

Kelompok Budaya Kerja Anaconda dari UPT. IPLH selasa lalu, 22/9/2015 buktikan kebolehanya di depan satker – satker di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo untuk mempresentasikan problem masalah di pekerjaannnya berserta solusinya.

Kelompok Budaya Kerja/KBK yang menjadi anggenda tahunan bagian organiasasi Setda Kota Probolinggo yang harus diikuti oleh semua satuan kerja/satker di jajaran Pemerintah Kota Probolinggo mempunyai tujuan agar semua satker memaparkan permasalahan yang ada di satker masing-masing dan sekaligus membuat solusi/pemecahannya serta rencana tindak lanjut dan menemukan permasalahan baru di tahun berikutnya.

Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo kali ini menunjuk UPT. Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup/IPLH sebagai peserta yang diajukan untuk mengikuti KBK tahun 2015 dengan pertimbangan bahwa UPT. ini mempunyai Barcode sebagai bahan untuk ikut dalam ajang Kelompok Budaya Kerja tahun 2015 ini.

Taman Wisata Studi Lingkungan/TWSL yang dikelolah oleh UPT. IPLH Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo beberapa waktu lalu melauncing tentang QR Code/Barcode yang merupakan aplikasi internet untuk mengetahui suatu informasi tertentu. Ide barcode awal kali muncul saat GIZ WA 3 PAKLIM berkunjung ke TWSL untuk berdiskusi tentang identitas yang diletakan di kandang satwa maupun di pohon agar lebih detail dan menarik serta menghemat waktu pengunjung saat berada di satu lokasi. Ini merupakan hal yang menarik dan masyarakat perlu tahu tentang hal baru perkembangan IT di TWSL ujar Kepala BLH “ Drs. TUTANG HERU ARIBOWO, M.Si” kepada redaksi AKAR. Untuk itu lewat acara Kelompok Budaya Kerja/KBK yang menjadi agenda tahunan Bagian Organisasi Setda Kota Probolinggo, Badan Lingkungan Hidup mengusung barcode sebagai output nantinya.

Nama Kelompok Budaya Kerja dari BLH Kota Probolinggo adalah ANACONDA yang mempunyai arti AN = Antusias; A = Aktif; Co = Coperatif; N = Narsis dan A = Aselole sebagai fasilitator dipegang oleh kepala UPT. IPLH sendiri Suharyono, SAP,MM dan rekan-rekan dari intern UPT.IPLH sebagai ketua, sekretaris dan anggotannya.

Tema yang diambil oleh KBK Anaconda TWSL adalah “Menekan kurangnya minat masyarakat terhadap PLH di TWSL” dengan alasan pemilihan tema pengunjung tidak akan memperoleh informasi pendidikan lingkungan hidup dengan baik sehingga minat masyarakat berkunjung di TWSL menurun. Dari tema yang ditentukan setelah melakukan metode observasi dari beberapa permasalahan seperti minimnya pengetahuan sekolah tentang flora dan fauna dalam kegiatan PLH di TWSl; minimnya pengetahuan masyarakat tentang flora dan fauna dalam kegiatan PLH di TWSL; minimnya pengetahuan pengunjung tentang flora dan fauna dalam kegiatan PLH di TWSL, maka dari 3 permasalahan tersebut diambil judul :“Menekan kurangnya minat pengunjung terhadap PLH karena minimnya informasi tentang flora dan fauna yang ada di TWSL Kota Probolinggo sebesar 90 % dalam jangka waktu 6 bulan”.

Tim KBK Anaconda BLH Kota Probolinggo dari permasalahan yang telah disepakati bersama mengambil benang merah permaslahan melalui diagram tulang ikan dari segi SDM, Metode, Alat, Bahan, Lingkungan dapat dikrucutkan menjadi “Petugas belum mendapatkan pelatihan dalam pemberian informasi lingkungan” dan “pembuatan media informasi baru kepada masyarakat “ dalam hal ini merubah identitas satwa di kandang dan identitas pohon menjadi berbasis IT.

Pada saat gelar budaya kerja di aula puri manggala bhakti, tim penyaji risalah KBK Anaconda bukan hanya menyajikan materi kepada juri, sebelum penampilan mereka juga didampingi oleh penampilan yel-yel yang tidak kalah seru dan mengocok perut audience yang hadir. Tim yel-yel yang diplopori oleh gabungan karyawan-karyawati Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo begitu memukau dan sesuai dengan materi yang akan disampaiakan tim penyaji risalah tentang aplikasi barcode/QR code yang mulai dipakai di Taman Wisata studi Lingkungan.

Konsep yel-yel yang mengusung suasana Pendidikan Lingkungan Hidup/PLH di TWSL anak sekolah dasar yang diberikan tugas oleh gurunya tentang informasi satwa saat melakukan kunjungan ke sana, ada siswa yang memakai teknik manual dan ada yang sudah menggunakan aplikasi QR Code/ Barcode, dengan menggunakan aplikasi QR Code ternyata informasi didapatkan lebih lengkap dan lebih menghemat waktu pengerjaan tugas. (MH)