GREEN MAP

TENTANG GREEN MAP

Green Map adalah kegiatan memetakan keberadaan sumberdaya kehidupan (potensi alam dan budaya) yang ada di Kota Probolinggo sebagai salah satu alternatif kebijakan tata kawasan berkelanjutan.

BENTUK KEGIATAN GREEN MAP

Aktifitas mapping dalam Green Map adalah dengan mengamati, merekam dan memetakan segala tempat dan fenomena, baik yang bernilai positif maupun negatif untuk membantu masyarakat melihat, menilai, menghubungkan, serta peduli terhadap lingkungan tempat mereka berada.

PESERTA GREEN MAP

Green Map diikuti oleh antara lain Pengurus Pakerling, Bappeda, BLH, Dinas Pertanian, Dinas Pedidikan, Dinas Sosial, Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Guru dan Siswa (SMAN, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, MAN 2, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3 dan SMKN 4).

TUJUAN GREEN MAP

  1. Mendorong setiap kelompok/komunitas untuk lebih mengenali potensi sumber daya alam, kearifan budaya, dan lingkungan sekitar.
  2. Membangun minat masing-masing kelompok/ komunitas untuk melakukan pemetaan sesuai latar belakang dan minat masing-masing.
  3. Melatih agar setiap kelompok/komunitas dapat merumuskan dan menganalisa berbagai masalah lingkungan yang ditemui sekaligus menentukan langkah-langkah pemecahannya (environment solutions).

PELAKSANAAN GREEN MAP

Kegiatan Green Map dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 29 Desember 2011, diawali hari pertama dengan kegiatan seminar bertempat di Gedung Sabha Bina Praja, dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda menyampaikan Arah Kebijakan Tata Ruang Berkelanjutan, Kepala BLH menyampaikan Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Perubahan Iklim dan Mengurangi Emisi secara Mandiri, sedangkan PPLH Bali menyampaikan Green Map sebagai Alternatif Kebijakan Tata Kawasan Berkelanjutan. Kemudian pada hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan workshop bertempat di Aula UPT. IPLH yang dipandu oleh narasumber dari PPLH Bali yang mengenalkan Green Map (Peta Hijau) secara ringkas kepada seluruh peserta, dimulai dari menjelaskan definisi peta hijau, ikon-ikon untuk tempatan, praktek/simulasi sampai pengenalan aneka peta hijau yang sudah ada. Dalam workshop peserta kemudian diajak melakukan observasi langsung dan penilaian kawasan dengan menelusuri wilayah Kota Probolinggo, mulai dari areal-areal publik seperti pasar, rumah ibadah, RTH dan tempat-tempat lain yang mempunyai nilai historis maupun memberi dampak lingkungan.