DiskusiKategori: Kemitraandlh-pemerintah-kota-probolinggo-lakukan-penguatan-eco-pesantren
aji menulis 4 bulan lalu

Pemerintah Kota Probolinggo berkemauan beri kesegaran serta menguatkan kembali program eco pesantren di wilayahnya. Pekerjaan ini jadi loyalitas untuk wujudkan pesantren yang ramah lingkungan. Publikasi serta penguatan eco pesantren diadakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Puri Manggala Bakti, Kantor Wali Kota Probolinggo. Sebagai wakil Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Pj Sekda Achmad Sudiyanto buka dengan sah pekerjaan yang didatangi seputar 150 orang peserta dari pesantren di Kota Bayuangga. “Kegiatan ini untuk beri kesegaran kembali pandangan mengenai ponpes (pondok pesantren) yang ramah lingkungan. Pengasuh ponpes bersama dengan santri dapat mendapatkan penambahan pembekalan, pandangan berkaitan dengan pondok pesantren ramah lingkungan,” jelas Kepala DLH Budi Krisyanto, Rabu 14/8. Program eco pesantren, sesuai dengan program lingkungan yang lain yang sudah diaplikasikan di Kota Probolinggo. Diantaranya eco office, eco school, eco factory, di lokasi pelabuhan, tempat beribadah dan lain-lain. Sasarannya, bisa terjaga kolaborasi serta jaringan di antara warga pondok pesantren serta warga seputar terhitung dengan partner DLH. Ya, DLH punyai partner di bagian lingkungan seperti kader penggerak lingkungan (tingkat kota, kecamatan, kelurahan); paguyuban abang becak perduli lingkungan; paguyuan harga motor yamaha  penari gerobak; ikatan entrepreneur pabrik perduli lingkungan (informal metting komunitas) serta komune disabilitas perduli lingkungan. “Ada kerjasama, terjaga jaringan antar pondok pesantren serta partner DLH untuk terwujudnya pondok pesantren yang ramah lingkungan. Serta, pekerjaan ini akan berkepanjangan, tidak berhenti sampai di sini. Bulan September ada roadshow ke pondok pesantren dalam rencana identifikasi keperluan dan lain-lain,” tegas kepala dinas yang tengah tempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar Doktor itu. Pj Sekda Achmad Sudiyanto menjelaskan, seperti yang dimandatkan undang-undang nomer 32 tahun 2009 , jika perlindungan serta pengendalian lingkungan hidup tidak cuma jadi tanggung jawab pemerintah saja. Tapi, tanggung jawab bersama dengan tiga pilar di antara pemerintah, dunia usaha serta warga. Program eco pesantren adalah satu diantara usaha untuk menggerakkan penambahan kepedulian serta keterkaitan warga di lingkungan ponpes supaya bertindak aktif dalam wujudkan ponpes yang ramah lingkungan. Persoalan lingkungan yang berlangsung di Kota Probolinggo ini bukan sekedar permasalahan pengendalian sampah saja dan juga permasalahan penambahan emisi gas rumah kaca, menyusutnya ruangan terbuka hijau serta berlangsungnya kubangan serta banjir yang semua benar-benar punya pengaruh pada pergantian iklim. “Pondok pesantren adalah satu diantara sumber daya yang mempunyai kekuatan besar dalam menggerakkan warga sekelilingnya serta jadi motivator dalam lakukan penyadaran serta kepedulian pada persoalan lingkungan,” kata Sudi. Kepedulian yang disebut dengan penghematan air serta daya, pergerakan penanaman pohon, jaga kebersihan udara serta pengendalian sampah yang ramah lingkungan. Pemberdayaan santri serta masyarakat pondok pesantren lewat eco pesantren ini berbasiskan warga terutamanya di lingkungan pondok pesantren. “Banyak beberapa aksi lingkungan yang bisa dikerjakan oleh semua masyarakat pondok pesantren yang tentu saja harus juga di dukung oleh pengasuh pondok. Seperti pergerakan pemilahan sampah pembentukan bank sampah serta pergerakan 3 R (reduce, reuse serta recycle), penanaman pohon, pengerjaan lubang biopori atau sumur serapan, penghematan daya serta air, gaya hidup bersih serta sehat dan lain-lain,” papar ASN yang Asisten Perekonomian serta Pembangunan itu. Sudi mengharap, lewat pekerjaan ini diinginkan dapat memberi penambahan wacana serta penyadaran warga di lingkungan pondok pesantren untuk perduli serta sadar pada lingkungan serta sekaligus juga jadi usaha menjaga Adipura. “Bulan September akan ada pelajari lapangan pada pondok pesantren yang ada sekarang. Cara barusan jadi usaha kita untuk wujudkan eco pesantren berkepanjangan di Kota Probolinggo. Hasil dari pelajari lapangan tentu saja akan ada reward buat beberapa pondok pesantren yang memiliki kapasitas bagus sesuai dengan penerapkan eco pesantren dengan maksimal,” tuturnya. Pj sekda ajak mereka yang ada dapat mengaplikasikan pengetahuan yang dikatakan narasumber, dosen Kampus Brawijaya Malang, Bagyo Yanuwiadi, di lingkungan pondok pesantren atau di dalam rumah semasing untuk terciptanya Kota Probolinggo yang ramah lingkungan, imbuhnya.