Bebaskan Sungai Dari Sampah Plastik Menuju Indonesia Bersih Sampah 2025

Oleh: LINA PURWANINDYA, ST

Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo melaksanakan Sosialisasi “ Bebaskan Sungai dari sampah plastik menuju Indonesia Bersih Sampah Tahun 2025 di Puri Manggala Bakti hari Kamis, Tanggal 20 September 2018. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh 150 (seratus lima puluh) orang antara lain Mitra DLH, Ketua Bank Sampah, RT/RW, Perusahaan, Kabid/ Kasubag TU. Upt di Lingkungan DLH, Camat dan Lurah Se-Kota Probolingggo. Dengan narasumber selaku aktivis lingkungan bapak Prigi Arisandi dari Ecoton. Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo yang sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan.

Sampah menjadi permasalahan yang dialami oleh masyarakat di planet bumi ini, karena sampah merupakan salah satu sumber pencemar, rusaknya ekosistem dan memicu timbulnya Gas Rumah Kaca (GRK) yang berakibat pada perubahan iklim global. Aksi pemilahan sampah merupakan kunci dari pengelolaan dan penanganan sampah. Karena dari jenis –jenis sampah itu mempunyai penanganan yang berbeda. Sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos sedangkan sampah anorganik (Plastik, kertas, Logam) membutuhkan proses penanganan yang berbeda, untuk sampah B3 (Buangan Beracun dan Berbahaya) memerlukan penanganan khusus. Salah satu jenis sampah yang banyak di dapati dilingkungan daratan maupun lautan yaitus ampah plastik. Peningkatan penggunaan plastik merupakan konsekuensi dari berkembangnya teknologi, industry dan jumlah populasi penduduk yang meningkat. Sampah plastik akan berdampak negative terhadap lingkungan karena tidak dapat terurai dengan cepat dan dapat menurunkan kesuburan tanah. Sampah plastik yang dibuang sembarangan juga dapat menyumbat saluran drainase, selokan dan sungai sehingga bias menyebabkan banjir. Sampah plastik yang dibakar bias mengeluarkan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia

Berdasarkan asumsi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), setiap hari penduduk Indonesia menghasilkan 0,8 kg sampah per orang atau dapat dikalkulasi secara keseluruhan sebanyak 189 ribu ton sampah/ hari. Dari jumlahtersebut 15% berupa sampah plastik atau sejumlah 28,4 ribu ton sampah plastik/ hari.

Selain sampah plastik terdapat ancaman sampah popok sekali ( pospak ) pakai yang turut menyumbang hamper 80 % sampah dari daratan bermuara ke laut melalui sungai ataupun yang langsung di buang kelaut di daerah pesisir atau pun dari kapal-kapal yang berlayar. Sampah plastik terus menumpuk dilautan merusak ekosistem terumbu karang membunuh binatang laut yang memakannya dan mengkontaminasiikan – ikan yang dikonsumsi manusia berupa mikroplastik yang bersifat karsinogen. Adapun dari materi penyampaian narasumber tentang bahaya popok sekali pakai (pospak) yang langsung dibuang ke sungaidapat dilihat pada tabel berikut:

No Nama Bahan Senyawa Kimia (%) Sifat senyawa – Dampak
1. Super Absorben Polymer/ SAP
(polimer penyerap Super)
Sodium Poliacrylate
Microplastic, Microbeads
42 B3-Syndrom Syok keracunan, radang dan cidera paru
2. Selulosa
(Bubur Kayu)
Tributilin 27 B3-Senyawa Pengganggu Hormon
Iritasi kulit
Styrene Dermatitis, depresi system syaraf pusat, karsinogen
Xylene B3 – Iritasi, radang kulit & gangguan fungsi paru-paru
Dioxin B3– Karsinogen, gangguan reproduksi, gangguan fungsi hati dan fungsi Imun
3. Pelapis Antikerut Pthalate 12 B3 – Karsinogen, Resistensi insulin & gangguan reproduksi
4. Perekat Hot Melt adhesive 9 B3 – Iritasi Kulit
5. Tissue & Backsheet Film Polyactic Acid 10 B3 – terurai menjadi mricroplastik

Bebaskan Sungai Dari Sampah Plastik Menuju Indonesia Bersih Sampah 2025

Perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengendalikan sampah plastik salah satunya dengan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) artinya mengurangi penggunaan sampah plastik, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah plastik. Usai sambutan kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari narasumber materi dalam kegiatan sosialisasi secara garis besar yakni arah penguatan peran serta masyarakat dalam mengkampanyekan perubahan lingkungan, di mulai dari hal yang mudah dari diri sendiri melakukan terus menerus dan membentuk komunitas melakukan aksi menyuarakan kebenaran dalam pengelolaan lingkungan di Kota Probolinggo dan pemahaman terkait permasalahan lingkungan, kesehatan dan pencemaran.